10 Raksasa Makanan Cepat Saji di Dunia

 In Uncategorized

Saat bepergian tempat yang menjadi tujuan utama untuk mengisi perut yang kelaparan adalah restoran cepat saji. Alasannya tentu dapat ditebak sesuai dengan namanya menawarkan pelayanan yang cepat daripada restoran pada umumnya karena makanan yang disajikan sudah dimasak sebelumnya sehingga ketika konsumen membeli, makanannya cukup dipanaskan saja. Keberadaan restoran cepat saji juga mudah sekali ditemukan, bahkan dalam satu tempat bisa jadi ada dua restoran cepat saji dengan brand yang sama. Selain itu, cetak dus makanan masing-masing restoran cepat saji yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen dan juga dapat meningkatkan nilai jual.

Beberapa brand pun menguasai pasar yang besar karena memiliki banyak sekali cabang di seluruh dunia. Banyaknya keberadaan restoran cepat membuat jumlahnya sangat banyak hingga mencapai puluhan ribu di seluruh dunia. Dari sekian banyak brand restoran cepat saji ternama, berikut adalah restoran cepat saji yang memiliki cabang terbanyak di dunia.

10. Hunt Brothers Pizza (7.300 cabang)


Hunt Brother Pizza berkembang pada tahun 1991 di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat. Awalnya restoran cepat saji ini tidak bernama Hunt Brother Pizza, namun Pepe’s Pizza yang dirintis sejak 1962 oleh Hunt Bersaudara. Pada awal merintis usahanya Hunt Bersaudara mendistribusikan pizza mereka ke restaurant, kafe, tempat bowling dan teater mobil. Restoran ini terus berkembang hingga akhirnya berganti nama pada tahun 1991. Setelah berganti nama, perkembangannya pun menjadi sangat pesat, tiga tahun setelah berganti nama, Hunt Brother Pizza sudah memiliki 750 cabang.

Hunt Brother Pizza juga memiliki terobosan pemasaran dengan bekerjasama bersama Army and Air Force Exchange Service untuk membuka lima cabang di pangkalan udara Amerika Serikat yang berbasis di Jerman. Berbeda dengan restoran cepat saji pada umumnya, Hunt Brother Pizza sebagian besar cabangnya tidak memiliki bangunan sendiri, cabangnya justru berlokasi di arena olahraga, pom bensin, toserba dan kampus serta sekolah.

9. Baskin-Robbins (7.500+ cabang)


Dari sepuluh besar restoran cepat saji, Baskin-Robins adalah satu dari hanya dua restoran cepat saji yang produk utamanya adalah minuman. Produk dari Baskin-Robins adalah es krim. Restoran cepat saji ini didirikan sejak selesainya perang dunia kedua di Glendale, California. Baskin-Robins terkenal karena slogan 31 rasa yang berasal dari saran agen periklanan Carson-Roberts. Hal ini membuat Baskin-Robins memiliki rasa yang berbeda setiap hari setiap bulan. Baskin-Robin meyakini bahwa pelanggan harus mencoba sebanyak-banyaknya rasa sehingga nantinya memutuskan untuk membeli rasa yang diinginkan. Pelanggan mencicipi rasa masing-masing es krim dengan sendok merah muda kecil yang terkenal. Sejak didirikan, Baskin-Robins sudah memperkenalkan lebih dari 1000 rasa kepada pelanggan. Rasa yang diperkenalkan merupakan rasa yang populer di masing-masing negara, seperti Red Bean, Green Tea, Litchi Gold, Black Currant, Cantaloupe, dan Coconut Grove.

8. Domino’s Pizza (10.988 cabang)


Pizza sepertinya memang menjadi salah satu makanan yang paling disukai di dunia. Karena topping yang dapat diganti sesuai selera sehingga mudah sekali cocok dengan lidah pelanggan lokal di masing-masing negara. Domino’s Pizza dirintis oleh Tom dan adiknya, James Monaghan pada tahun 1960. Mereka memulai usahanya dengan membeli suatu gerai pizza kecil di 301 West Cross, Michigan, Amerika Serikat. Dominick’s dibeli dengan harga 1400 dollar dengan pembayaran 500 dollar sebagai uang muka. Namanya berubah menjadi Domino’s Pizza setelah seorang karyawannya untuk merubah nama restoran cepat sajinya.

Restoran cepat saji ini perlahan berkembang hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengembangkan bisnisnya di banyak negara. Kanada adalah negara pertama yang menjadi tujuan pengembangannya. Sementara di Eropa, mereka pertama kali membuka cabang di Inggris pada tahun 1985 dan pada tahun 1993 mereka membuka cabangnya untuk pertama kali di benua Asia yaitu Jepang. Pada tahun 1995, Domino’s Pizza telah memiliki 1000 cabang di seluruh dunia. Dan hingga 2018, Domino’s Pizza telah memiliki lebih dari sepuluh ribu cabang di seluruh dunia.

7. Dunkin’ Donuts (12.000+ cabang)

Seperti namanya, Dunkin’ Donuts mengkhususkan untuk menjual produknya dalam donat. Berdiri sejak 1950 oleh William Rosenberg di Quincy, Massachusetts. Awalnya restoran cepat saji ini bernama Open Kettle, dan karena bisnisnya berkembang pesat, Rosenberg merubah namanya menjadi lebih mudah diingat yaitu Dunkin’ Donuts. Bersamaan dengan penggunaan nama baru, dirintis pula sistem franchise untuk restoran cepat saji ini. Perkembangan bisnis yang cepat ini membuat tertarik Allied Domecq, perusahaan yang membawahi Togo’s dan Baskin-Robins. Dunkin’ Donuts akhirnya dibeli dari keluarga Rossenberg pada tahun 1983.

Berpindah tangannya usaha ini tidak membuat sistem manajemen yang telah berlaku ikut berganti. Allied Domecq tetap mempertahankan sistemnya dan juga membantu agar Dunkin’ Donuts dapat memperluas hingga pasar internasional. Berbagai strategi diluncurkan termasuk melakukan pembaharuan pada menu dan kemasan makanan sesuatu dengan trend. Selain itu juga membuat standarisasi di seluruh cabang Dunkin’ Donuts.

Pada tahun 2000an Dunkin’ Donuts dilarang beroperasi di seluruh Australia, alasan ditutupnya kurang pasti. Tapi tenang aja, sekarang Dunkin’ Donuts sudah ada lagi kok di Australia dan juga yang pasti dengan kemasan makanan kertas yang ramah lingkungan.

6. Pizza Hut (13.728 cabang)


Lagi-lagi Pizza! Pizza Hut pertama kali dibuka pada tahun 1958 oleh Dan dan Frank Carney. Pada saat itu mereka berdua adalah mahasiswa di Wichita University yang memiliki naluri bisnis. Dan dan Frank Carney memberanikan diri untuk meminjam uang sebesar 600 dolar dari ibu mereka untuk membuka restoran pizza. Karena keterbatasan sumber daya, mereka pun mengawali usahanya dengan mengolah makanan dengan peralatan seadanya.

Produk yang pertama mereka buat adalah pizza original yang dinamai Thin’n Crispy, juga ditambahkan menu salad dan minuman ringan. Setelah restoran makanan cepat saji pertama mereka mulai stabil, mereka memutuskan untuk membuka cabang selanjutnya di Topeka, Kansas, Amerika Serikat pada tahun 1959. Satu dekade kemudian, mereka mulai membuka cabang internasional pertamanya di Kanada.

dengan membuka restoran pizza yang melayani para siswa menuruti saran dari agen properti lokal. Meskipun mereka tidak tahu banyak mengenai pizza, ternyata Carney bersaudara mampu belajar dengan cepat dan bisnis pun berkembang pesat. Gerai waralaba mereka dibuka pertama kali di Topeka, Kansas pada tahun 1959.

Setelah memiliki 4000 cabang di seluruh dunia, mereka kemudian memutuskan untuk menjual restoran cepat saji itu kepada Yum! Brands, Inc (salah satu perusahaan restoran internasional terbesar di dunia) dengan harga lebih dari 300 juta dolar.

5. Burger King (15.000 cabang)


Restoran pertamanya bernama Insta Burger yang dirintis oleh James McLamore dan David Edgerton pada tahun 1954 di Jacksonville, Florida. Bisnis mereka ini terinspirasi dari restoran cepat saji yang menyajikan burger yaitu McDonald’s. Mereka juga bekerja keras untuk mengembang bisnisnya hingga setahun kemudian telah memiliki 40 cabang di seluruh Amerika. Lima tahun kemudian restoran cepat saji tersebut resmi menggunakan nama Burger King dan terus mengembangkan bisnisnya. Burger King juga dinobatkan sebagai restoran cepat saji yang memproduksi hamburger terbesar ketiga di Amerika Serikat.

4. KFC (20.604 cabang)

kemasan fried chicken
Restoran cepat saji yang didirikan oleh seorang colonel bernama David Sanders pada tahun 1930. Ia memulai bisnis ayam gorengnya di bengkelnya. Hal itu ia lakukan karena banyak orang yang sedang membetulkan kendaraan di bengkelnya berujar bahwa di kota Harland tidak ada restoran yang menyajikan makanan enak. Ia kemudian melakukan formulasi untuk menemukan ayam goreng dengan resep terbaik. Setelah resep ditemukan, ia kemudian menawarkannya ke banyak restoran di Amerika serikat namun hanya segelintir yang mau menerima resep Harland.

Harland tidak menyerah begitu saja, ia terus berusaha menawarkan resepnya hingga pada usianya yang ke tujuh puluh ia telah memili 200 franchise di seluruh dunia. KFC kemudia menjadi restoran waralaba makanan cepat saji pertama yang melakukan ekspansi internasional dengan membuka gerai di Inggris, Jamaika, Kanada, dan Mexico di pertengahan 1960. Pesatnya perkembanganan KFC membuat Harland memutuskan untuk menjual KFC kepada kumpulan investor yang dipimpin oleh John Y. Brown Jr. dan Jack C. Massey di tahun 1964. Hingga saat ini KFC telah menjadi raksasa makanan cepat saji di dunia.

3. Starbucks (25.085 cabang)

Starbucks fokus dalam menjual produk berupa kopi dan camilan manis lainnya untuk pelengkap minum kopi. Melalui divisi Starbucks Entertainment, mereka juga menjual buku, musik dan film. Banyak produk Starbucks yang merupakan produk musiman bergantung pada trend di masing-masing negara.

Starbucks didirikan sejak tahun 1971 di Seattle, Washington oleh Jerry Baldwin, Zev Siegl dan Gordon Browker. Pada 1983 seorang direktur operasi ritel terkesan dengan menjamurnya popularitas bar espresso di Milan, Italia. Ia kemudian memiliki pemikiran bahwa hal serupa juga potensial untuk dikembangkan di Seattle. Pertumbuhan starbucks pun semakin pesat sejak terobosan tersebut dilakukan. Bahkan sebuah data mengejutkan yaitu pada jangka waktu 1987-2007, rata-rata setiap harinya Starbucks membuka 2 cabang di Amerika saja!

Pada tahun 1996, Starbucks memberanikan diri untuk membuka cabang internasional pertamanya di Tokyo, Jepang. Jumlah cabangnya kini telah mencapai lebih dari 25.000 cabang, dengan cabang terbanyaknya berada di Amerika dengan total 13.327 cabang. Starbuck laris manis juga karena menggunakan kemasan makanan yang menarik untuk konsumen yang membawa pulang pesanannya.

2. McDonald’s (36.899 cabang)


Awalnya McDonalds adalah restoran yang menyajikan menu-menu barbekyu dengan ditambahkan beberapa menu lain seperti burger, salad dan minuman ringan. Setelah mengevaluasi dengan lebih detail, McDonalds bersaudara memutuskan untuk memfokuskan diri menjual produk hamburger. Hal ini karena penjual hamburger saja hampir menyaingi penjualan total restorannya. Sejak saat itu usaha McDonalds bersaudara pun berkembang pesat hingga pasar internasional.

McDonalds kini mendapat reputasi sebagai peringkat dua restoran cepat saji dengan jumlah cabang terbanyak. Selain itu, McDonalds juga mendapat reputasi sebagai peringkat dua perusahaan swasta dengan karyawan terbanyak di dunia. Yang mengagumkan, McDonald merupakan restoran cepat saji terbesar di dunia bila diukur dari segi penjualan. Setiap detiknya, McDOnalds menjual sebanyak kurang lebih 75 hamburger di seluruh dunia, dan bila ditotal hanya dalam satu hari saja, McDonalds dapat menjual hamburger sebanya 6.400.000!. baca juga SEJARAH PANJANG PERJALANAN MCDONALD’S MENJADI RAKSASA FASTFOOD DUNIA

1. Subway (44.717 cabang)


Bila didasarka pada jumlah cabangnya di dunia, bukan KFC atau McDonalds yang merupakan restoran saji terbesar, melainkan Subway! Di Amerika Serikat saja, Subway memiliki cabang sebanyak 26.646. Produknya yang terkenal adalah salad dan sandwich subwarine, dinamai demikian karena bentuknya yang mirip dengan kapal selam. Setiap harinya, Subway dapat menjual sebanyak 7,6 juta sandwich, dan diperkirakan total penjualan sandwich Subway dalam satu tahun dapat digunakan untuk menutup permukaan bumi tidak hanya sekali, melainkan empat belas kali!

Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

cetak dus makanancetak dus makanan