Penggunaan Kemasan Plastik / Kantong Plastik Apakah Berbahaya?

 In Kemasan Plastik, Paper Bag

Paper bag / kantong ketas apakah bisa menggantikan kemasan plastik yang dikatakan kalau kantong plastik itu tidak ramah lingkungan? Kenapa hal ini bisa terjadi, apakah benar kantong plastik itu buruk? Untuk menjawab semua pertanyaan ini, kami akan mengulasnya menurut pengetahuan kami. Anda mungkin boleh percaya atau tidak kepada tulisan ini, karena ini hanya sebatas opini.

Kejadian  di era moderen ini tentunya tidak terlepas dari peranan plastik sebagai tempat aneka macam kebutuhan baik itu peralatan rumah tangga, kantor, hingga kebutuhan wadah pangan. Banyak dari kalangan masyarakat yang menilai bahwa plastik memiliki dampak yang buruk, apalagi jika penggunaanya untuk makanan. Oleh karena itu akhir-akhir ini muncul opini publik hingga pemerintah pun diharapkan bisa mengendalikan peredaran dari plastik ini.

Pertama dari semua plastik yang paling disoroti adalah penggunaan dari kantong plastik? Mengapa demikian ini adalah hal yang paling disoroti?

Jawabannya adalah karena penggunaan dari kantong plastik yang tinggi, bagaimana kok bisa tinggi?

Karena tingkat konsumsi masyarakat di Indonesia ini tinggi sekali apalagi di era modern ini, sungguh banyak sekali. Sehingga hal inilah yang meyebabkan kantong plastik paling di soroti.

Oleh karena tingkat penyebaran kantong plastik yang tinggi ini tidak terlepas dari peran dari perilaku masyarakat Indonesia sendiri yang gemar belanja, maka pemerintahlah yang seharusnya memberikan dorongan kepada publik tentang pemahaman bagaimana bahaya dari penggunaan plastik yang berlebihan ini dan masyarakat bisa sadar akan pentingnya kesehatan mereka yakni dengan memulai untuk mengurangi penggunaan kantong.

Tentu, hal ini berlaku secara individu (pribadi) masing-masing, tetapi jika angka individu ini selalu naik jumlahnya, maka pengurangan akan penggunaan plastik pun bisa teratasi.

Namun, Tahukan Anda Dari Apakah Plastik itu Dibuat?

Nah, sebelum saya melanjutkan pembahasan di atas, mari kita pahami dulu dari manakah sebenarnya asal usul plastik itu sendiri?

Plastik merupakan produk yang terbuat dari bahan Polimer, Polimer sendiri banyak didapatkan dari hasil minyak bumi. Oleh karena itu bahan terbesar dari plastik itu adalah dari minyak bumi.

Etana dan Propana adalah hasil dari proses pemurnian minyak mentah ke dalam kilang dengan gas alam. Kemudian etana dan propana ini akan dipanskan ditabung / sebuah tungku hingga menghasilkan senyawa yang bernama etilana dan propilena.

Dari proses pembentukan Etilana dan Propilana kemudian dilanjutkan pada proses berikutnya yaitu dengan cara menggabungkan Etilana dan Propilena dengan katalis di dalam reaktor yang nantinya akan menghasilkan zat yang bentuknya seperti tepung. Nah, tepung inilah yang dinamai dengan Polimer.

Dari polimer ini kemudian diubah bentuknya menjadi Polimer cair dengan cara diekstruksi, setelah cair kemudian dilanjutkan proses Peletizer yaitu proses mendinginkan polimer cair hingga dibentuk menjadi bentuk pelet yang kecil kecil. Dari pelet inilah nantinya akan dijadikan aneka macam bentuk produk seperti kantong plastik, botol, sisir, tempat sampah, dll.

Berikut kutipan dari penulis Kompasiana :

Plastik tergolong senyawa polimer, strukturnya terdiri atas rantai atom karbon (C) yang panjang, masing-masing atom C mengikat atom hidrogen (H). Selain itu, rantai atom C mengandung atom oksigen (O). Ketika sebuah kantong plastik kita isi dengan air, air tak dapat menerobos pori-pori plastik yang sangat kecil, jauh lebih kecil dibanding selaput semipermeabel. Bahkan udarapun tak dapat menembus plastik. Polimer plastik ini ikatan kimianya sangat kuat, serat polimer ini menempel ketat satu dengan lainnya. (Sumber : Kopmasiana, Maharani Intan Kartika)

Maka menurut saya, dengan pendapat diatas yang mana zat Polimer ini memiliki kekuatan yang tinggi hingga air dan udara tidak bisa menerobos pori-pori dari plastik, maka bisa dikatakan kenapa plastik itu susah di urai oleh lingkungan? maka jawabannya adalah karena sifat plastik sendiri yang kuat sehingga menyulitkan bakteri pengurai untuk mengurainya kembali menjadi senyawa alami yang membaur dengan alam. Hal ini berbeda dengan bahan seperti kertas, kayu, dll, yang mana pori-porinya mudah ditembus air, gas dan udara.

Berikut Berbagai Macam Aplikasi dari Biji Pelet Plastik :

kemasan plastik

Lalu, Bagaimana Cara Merenewable Kemasan Plastik? Apakah Bisa?

Jawabannya adalah INDONESIA HEBAT!

Indonesia punya sosok seseorang yang benama Muryani, seseorang hebat yang hanya lulusan sekolah SD bertempat tinggal di Wlingi, Blitar. Pak Muryani berhasil mengolah daur ulang plastik dari hanya sampah berserakan yang tidak bermanfaat menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Sebenarnya hal ini tidak heran karena plastik sendiri adalah terbuat dari minyak mentah, maka dengan kreatifitas dan keteguhan pak Muryani beliau bisa mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak yang memiliki nilai jual tinggi.

Berbekal ilmu yang diberikan ayahnya Bapak Muryani berusaha keras untuk membuat alat destilator, dengan berbagai macam rintangan dan berulang kali mencobanya maka terciptalah alat destilaor karya Bapak Muryani sanga semulanya hanya seorang tukang sapu jalan.

Seperti kutipan dari detik news berikut ini :

Dengan kapasitas destilator 10 kg plastik, tambah dia, 60% disuling menjadi solar, 25% menjadi premium dan 15% disuling menjadi minyak tanah.
“Proses penyulingan dengan panas sekitar 200 derajat celcius membutuhkan waktu hingga 4 jam,” ucapnya.
Muryani menjelaskan setiap kali proses penyulingan, alat destilator bisa menghasilkan 6 liter solar, 2,5 liter premium dan 1,5 liter minyak tanah.
“Saya kasih nama BBM Plast, artinya bahan bakar minyak dari plastik,” terangnya. (sumber : Detik News)

Maka tentu inilah sangat menggembirakan dan menginspirasi kita semua bahwa segala sesuatu itu memiliki manfaat, tentunya dengan ilmu pengetahuan, tiadalah tidak berguna apa yang diciptakan oleh Tuhan.

Untuk itu saat ini ayo kita merubah perspektif kita bahwa sampah yang tidak berguna atau hal yang lainnya yang tidak berguna itu sesungguhnya memiliki manfaat yang luar biasa, sayangnya kita yang tidak tahu. Andaikan kita tahu pasti itu semua ada nilai dan manfaatnya. Semoga Tuhan memberikan ilmu yang luas kepada kita semua. Aamiin.

Kontroversi Plastik Yang Tidak Ramah Lingkungan

Tentunya dengan tumbuhnya sampah plastik yang tinggi ada dampak positif dan negatifnya, oleh karena itu kita harus bijak dalam menyikapinya. Sampah plastik yang tumbuh pesat akan sangat baik bagi orang-orang yang mampu mengolahnya untuk menjadi sesuatu yang bernilai, namun bagaimana dengan yang tidak bisa?

Maka kebanyakan orang-orang yang tidak mampu mengolah ini lebih mengkritik dari penggunaan sampah, mereka bukan memikirikan solusi daur ulangnya, toh yang salah juga kita semua yang memakai karena ini adalah hasil tangan orang banyak bahkan seluruh dunia.

Nah berikut ini negara-negara yang mengkritik habis-habisan soal plastik :

1. Rwanda, Kenya
di negeri ini siapa yang menjual dan menggunakan kantong plastik akan bisa dipenjara atau denda 40.000 dolar

2. Cina
Sejak 1 Juni 2008, pemerintah Cina melarang produksi kantong ultra tipis dibawah 0,025mm, supermarket juga dilarang memberikan kantong plastik ke konsumen

3. Maroko
Sejak oktober 2016 melarang produk, impor hingga pendistribusian di seluruh negeri.

4. Tunisia
Sejak dimulai tanggal 1 maret 2017 Tunisia melarang semua jaringan supermarket yang ada di negerinya untuk memberikan kantong plastik kepada konsumen.

5. Prancis
Undang-Undang negeri Prancis telah mengesahkan untuk tidak membuat perabotan apapun dari bahan plastik dimulai tahun 2020

Itulah sebagian negara yang menentang penggunaan plastik di negerinya, kalau menurut kami jika ada solusi pengganti yang lebih baik kenapa tidak. Atau apakah pelarangan ini hanya sebatas politik saja untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu?

Paper Bag / Kantong Kertas Apakah Bisa Menggantikan Kantong Plastik?

Jika pertanyaan ini muncul tentunya hal ini sangatlah susah, mengingat paper bag atau kertas ini tidaklah sekuat bahan plastik dan juga harga dari bahan palstik sendiri yang lebih murah dibandingkan harga kertas.

Maka dari sini pun bisa dipakai kebijakan untuk menentukan manakah produk yang seharusnya pakai kantong plastik dan bahan kertas?

Tentunya toko / supermarket yang memberikan paper bag ini akan meningkatkan nilai tokonya dalam menjaga produk agar tetap terlihat fresh, apalagi toko sayur dan buah organik dan juga toko fashion yang bergengsi mereka akan memilih bahan kertas ini dibandingkan kantong plastik. Sedangkan toko-toko kelas bawah mereka akan tetap mengandalkan kantong plastik karena lebih murah harganya.

Nah demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat.

Tidak ada salahnya jika kalian menshare artikel ini di Social Media, agar yang lainnya juga bertambah wawasan pengetahuannya. 🙂

Recent Posts

Leave a Comment

Hubungi Kami

Anda bisa mengirim email kepada kami diluar jam kerja, karena kami mungkin tidak online, respon 1x24 jam

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search