Eits, Jangan Sembarangan Pilih Warna Kemasan! Berikut Penjelasannya

 In Blog, Dus Kemasan, Kemasan Box

Pendahuluan

Desain kemasan makanan. Sebuah produk tidak hanya memiliki sebagai pembungkus semata, tetapi juga memiliki peranan penting terutama dalam pemasaran.

Desain kemasan menjadi sangat penting terutama bagi produsen yang memulai bisnisnya dengan penjualan secara langsung di lapangan.

Pemilihan warna memiliki peranan yang penting bagi desain kemasan sebuah produk, terutama apabila produknya berupa makanan.

Warna memiliki peranan dalam memperkuat image produk, meningkatkan citra bisnis dan menciptakan peluang pembelian.

Warna dapat mempengaruhi aspek psikologis manusia yang berkaitan dengan perasaan.

Hal ini berkaitan dengan prinsip psikologi yaitu mental imagery dimana manusia dapat memanggil kembali memorinya tanpa harus merasakan kembali sebuah produk karena konsumen sudah familiar dengan produk yang akan dibeli.

Seperti contoh, makanan pedas atau rasa strawberry identik dengan warna merah, jeruk identik dengan warna oranye, makanan yang berkomposisi sayuran menggunakan kemasan makanan dengan latar belakang hijau, dan lain-lain.

Pemilihan warna tersebut didasarkan pada keinginan produsen untuk membangun image produk dimulai dari kemasan, hal yang pertama kali dilihat oleh konsumen.

Warna juga dapat meningkatkan citra bisnis dimana orang-orang dapat mengenali sebuah perusahaan hanya dari warnanya.

Misalnya, McDonald, KFC, Pizza Hut terkenal dengan latar belakang warna merah, makanan rumput laut terkenal dengan kemasan berlatar belakang hijau, dan lain-lain.

Hal ini akan menanamkan ingatan bawah sadar kepada konsumen sehingga hanya dengan melihat sebuah warna saja, sudah dapat mengasosiasikannya dengan sebuah lini usaha.

Secara sederhana, warna sebuah kemasan makanan dapat menjadikan konsumen dengan mudah membedakan suatu produsen dengan produsen lainnya.

Menurut studi dari Kissmetric, hampir 93% konsumen menggunakan pertimbangan keindahan dan warna kemasan di atas faktor lainnya saat berbelanja.

Apa Warna Desain Kemasan Makanan Yang Menarik Bagi Konsumen

Warna akan mendorong persepsi alam bawah sadar yang akan diteruskan menjadi perilaku konsumen.

Warna yang terdapat pada kemasan makanan dapat melakukan bujukan untuk mau memilih produk kita daripada produk competitor.

Dalam hal ini, warna akan membuat konsumen yang awalnya tidak ada niatan untuk membeli lantas kemudian melihat kemasan makanan, akhirnya membeli produk tersebut.

Oleh karena itu pemilihan warna untuk kemasan makanan tidak boleh dilakukan secara asal. Pemilihan warna kemasan harus sesuai dengan karakter sebuah produk.

Setiap warna tentu memiiliki arti yang berbeda-beda, dengan terlebih dahulu memahami karakter warna akan memudahkan kita dalam pemilihan warna yang tepat bagi desain kemasan makanan yang akan digunakan pada sebuah produk.

Keindahan sebuah desain kemasan tidak ada artinya apabila tanpa dipadu padankan dengan warna yang tepat.

Warna ditemukan pertama kali oleh Sir Isaac Newton, seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris, dengan cara memecah sinar matahari dengan prisma sebagai alat pemantul hingga kemudian mendapatkan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu yang kemudian dikenal oleh masyarakat luas sebagai spectrum warna.

Contoh Macam Warna Dalam Dunia Desain

Dalam dunia desain, warna dibagi menjadi enam unsur yaitu sebagai berikut :

Warna Primer
Warna primer adalah warna dasar atau induk dari semua warna, yaitu meliputi warna merah, biru dan kuning. Warna-warna lain dapat dihasilkan dengan cara mencampur dari ketiga warna tersebut.

Warna Sekunder
Warna sekunder adalah hasil dari pencampuran warna-warna primer dengan perbandingan pencampuran yaitu 1:1. Misalnya warna hijau adalah hasil pencampuran dari warna kuning dan warna biru

Warna jingga/oranye adalah hasil dari pencampuran warna merah dengan warna kuning. Dan warna ungu adalah hasil pencampuran dari warna merah dengan warna biru.

Warna Tersier
Warna tersier adalah pencampuran warna primer dengan salah satu warna tersier dengan perbandingan yang berbeda-beda.

Misalkan. Warna tersier akan menghasilkan warna yang bersifat degradasi dari warna primer dan sekunder, missal biru muda, jingga kekuningan, hijau muda, merah muda dan lain-lain.

Warna Netral
Warna netral adalah hasil pencampuran dari warna primer, warna sekunder dan warna tersier dengan perbandingan 1:1:1.

Warna netrak ini banyak digunakan sebagai penyeimbang dari warna-warna kontras yang telah tersedia di alam. Contohnya adalah warna abu-abu, hitam, putih, coklat dan lain-lain.

Warna Panas
Disebut warna panas karena berkaitan dengan psikologi yang didapatkan manusia dari melihat sebuah warna. Warna panas adalah warna yang mencerminkan gairah, kebahagiaan, dan energi.

Contohnya yang termasuk ke dalam warna panas adalah warna merah, oranye, kuning, dan variasi dari ketiga warna tersebut.

Warna Dingin
Sama halnya dengan warna panas, warna dingin juga memberikan efek psikologi pada manusia, yaitu perasaan tenang dan santai. Warna dingin ini contohnya dalah warna biru muda, hijau muda, abu-abu muda, dan lain-lain.

Selain jenis-jenis warna tersebut yang juga dapat memberikan efek psikologis. Warna juga memiliki arti tertentu. Untuk menambah informasi anda dalam pertimbangan pembuatan kemasan makanan

Macam Warna Dan Beserta Makna Yang Terkandung Di Dalamnya

Berikut adalah macam-macam warna beserta maknanya :

Merah


Merah merupakan warna primer yang kuat, yang akan terlihat menonjol disbanding dengan warna lainnya sehingga warna merah akan menarik perhatian.

Tak ayal banyak produsen makanan yang menggunakan warna merah ini sebagai latar belakang produk mereka. Contohnya coca cola, McDonalds, serta beberapa produk makanan yang pedas.

Warna merah ini akan memberikan kesan yang hangat, orang menjadi bergairah dan meningkat adrenalinnya.

Penggunaan warna merah juga akna cenderung mempengaruhi psikologi konsumen untuk merasa ingin makan atau lapar.

Jingga/Oranye


Warna jingga atau oranye ini adalah hasil dari perpaduan dua warna primer yaitu warna merah dan warna kuning.

Sama halnya dengan warna merah, warna ini juga memberikan nuansa kehangatan sinar matahari, energi, antusiasme, petualangan.

Selain itu warna jingga ini sangat mudah terasosiasikan dengan rasa jeruk. Sehingga banyak digunakan sebagai latar belakang minuman rasa jeruk atau minuman dengan efek untuk meningkatkan semangat.

Kuning


Bila memiliki pertanyaan, warna mana yang paling dapat menarik perhatian mata, maka jawabannya adalah warna kuning.

Spektrum dari warna kuning ini adalah yang paling menstimulasi atau merangsang mata disbanding dengan warna yang lainnya.

Warna kuning memilik dampak psikologi yang tidak berbeda jauh dengan warna jingga atau orange, yaitu hangat, ceria, antusiasme, petualangan, dan juga lucu.

Warna kuning juga dapat terasosiasi sebagai produk yang memiliki rasa asam. Kekurangan dari warna kunig adalah, bagi yang mendesain akan mudah merasa lelah apabila kemasan makanan menggunakan latar belakang kuning.

Hijau


Hal pertama yang terlintas di pikiran saat melihat warna hijau adalah pemandangan alam yang asri dan sejuk.

Efek psikologi warna hijau dalam kemasan juga tidak berbeda jauh dengan hal tersebut. Warna hijau akan memberikan efek psikologi yang menegaskan bahwa produk tersebut segar dan organik.

Warna hijau pada kemasan dapat mengkomunikasikan bahwa produk tersebut dapat didaur ulang, diperbarui, alami, dan ramah lingkungan. Belakangan warna hijau lebih terasosiasi kepada rasa teh hijau.

Biru


Warna biru dapat memberikan efek psikologis berupa kesegaran, dingin, wibawa, elegan.

Warna biru pada kemasan makanan seringkali digunakan untuk produk-produk yang menyegarkan juga produk-produk makanan yang mengandung perasa mint.

Ungu


Warna ungu cenderung digunakan untuk produk-produk yang ditujukan untuk wanita. Efek psikologis yang didapatkan dari penggunaan warna ungu adalah kemewahan dan kekayaan.

Warna ungu dalam produk makanan juga dapat diasosiakan sebagai produk makanan yang memiliki rasa anggur atau blackcurrant.

Coklat


Warna coklat dapat memberikan efek psikologis berupa kesan yang hangat dan manis, serta setia.

Untuk produk-produk yang menggunakan kemasan makanan dengan latar belakang coklat mayoritas terasosiasi dengan rasa coklat.

Hitam


Warna hitam dapat memberikan efek psikologis berupa maskulin, cocok untuk produk yang ditujukan kepada konsumen laki-laki.

Dalam produk makanan dapat digunakan sebagai latar belakang kemasan makanan seperti kopi atau rokok.

Putih


Warna putih adalah campuran dari semua warna yang ada di alam. Warna putih dapat memberikan efek psikologis berupa kemurnian, kebersihan, dan klasik atau jaman dahulu.

Warna putih dapat juga digunakan sebagai produk makanan yang menawarkan kesehatan seperti susu, beras organik, dan lain-lain.

Nah, itu tadi adalah jenis-jenis warna yang dapat digunakan dalam kemasan makanan produk-produk kita.

Sekali lagi, jangan sembarangan memilih, karena warna pada kemasan makanna dapat mempengaruhi psikologi konsumen.

Recommended Posts

Leave a Comment

Hubungi Kami

Anda bisa mengirim email kepada kami diluar jam kerja, karena kami mungkin tidak online, respon 1x24 jam

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search